Rabu, 26 November 2014

SOP / PROTAP KEBIDANAN - PENANGANAN KEHAMILAN EKTOPIK

  KEHAMILAN EKTOPIK
 

STANDAR PELAYANAN MEDIS
No.Dokumen  ……………. Revisi 0 Halaman  1 dari 2
Tanggal Terbit : 

…………………
Ditetapkan,  Direktur

Definisi : Adalah suatu keadaan dimana hasil konsepsi berimplikasi dan tumbuh diluar endometrium kavum uteri.  Yang termasuk kehamilan ektopik adalah:
a.       kehamilan abdominasi
b.      kehamilan ampula tuba
c.       kehamilan ismus tuba
d.      kehamilan intersial tuba
e.       kehamilan ovarialal
f.       kehamilan intra ligamen
g.      kehamilan komu
h.      kehamilan serviks
Kriteria Diagnosa : Anamnesis  a.       Amenorea  atau terlambat haid
b.      Timbul sinkop dan gejala abdomen akut.  Keadaan ini disebabkan pendarahan intra peritoneal yang mendadak serta terjadinya hipovolemia pada sirkulasi.
c.       Nyeri perut, terutama nyeri unilateral.  Gejala ini spesifik untuk kehamilan tuba, tetapi nyeri bisa juga bilateral, dibawah perut pada  20-25% penderita ada juga yang mengeluh nyeri bahu.  Keadaan ini timbul jika pendarahan peritoneum sudah mengiritasi diafragma.
d.      Pendarahan vagina atau sepoting.  Gejala pendarahan dan atau pendarahan bercak ini timbul hampir pada 75% kasus yang timbul 1 atau 2 minggu setelah keterlambatan haid.  Sekalipun demikian riwayat keterlambatan haid 6 – 8 minggu sebelum gejala sakit perut atau pendarahan vagina.
e.       Gejala tidak spesifik lainnya
Perasaan enek, muntah dan rasa tegang pada mammae serta kadang-kadang gangguan defekasi.
Pemeriksaan fisik:
a.       Tanda-tanda syok
  • Hipotensi
  • Takikardi
  • Pucat, ekstremiktas dingin
b.      Abdomen akuta
  • Perut tegang pada bagian bawah
  • Nyeri tekan, nyeri ketok dan nyeri lepas dari
dinding perut
Pemeriksaan Ginekologi:
  • Serviks teraba lunak, nyeri tekan dan nyeri goyang.
  • Korpus uteri normal atau sedikit membesar, kadang-kadang sulit diketahui karena nyeri abdomen yang hebat.
  • Kavum douglasi menonjol oleh karena terisi darah.
Diagnosa Banding :
  • Methorhagia sebab kelainan ginekologik atau organik lainnya.
  • Radang panggul
  • Neoplasma ovarium ( putaran tangki, pecah, terinfeksi) dengan atau tanpa kehamilan muda.
  • Korpus luteum hemoragis
  • Appendisitis
  • Abortus iminens
Pemeriksaan     penunjang : a.       Pemeriksaan Laboratorium 
  • Kadar hemoglobin, leukosit
  • Tes kehamilan bila baru terganggu
  • Ditalasi
  • Kuretase.
b.      Pemeriksaan USG
Terlihat kantong gestasi di luar kavum uteri dan atau deteksi genangan cairan di kavum douglasi pada KE yang telah terganggu.
c.       Pemeriksaan Kuldosentesis
Untuk mengetahui dalam kavum douglasi ada darah.
d.      Pemeriksaan Laparoskopi
Pemeriksaan laporoskopi kelalinan KET, infeksi pelvik, kisto ovarium segera dapat dibedakan dengan jelas.
Standar tenaga : Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Perawatan RS : Segera dirawat
Terapi
Prinsip umum penatalaksanaan:  a.       Segera dibawa ke rumah sakit
b.      Transfusi darah dan pemberian cairan untuk mengkoreksi anemia dan hipovolemia
c.       Operasi segera dilakukan setelah diagnosis dapat dipastikan:
  • Kehamilan di Tuba dilakukan salpingektomi
  • Kehamilan di Kornu dilakukan ovorektomi atau salpingo ovorektomia
  • Kehamilan di kornu dilakukan:
-          Historestomi bila telah berumur > 35 tahun.
-          Fundektomi bila masih muda untuk kemungkinan masih bisa dapat haid
-          Eksisi bila kerusakan pada kornu kecil dan kornu dapat direparasi.
  • Kehamilan Abdominal:
-          Bila mudah kantung dan plasenta diangkat
-          Bila besar atau susah (kehamilan abdominal lanjut), anak dilahirkan dan tali pusat dipotong dekat plasenta, plasenta ditinggalkan dan dinding perut ditutup.
Penyulit
Syok yang irreversible, perlekatan, obstruksi usus, infertilitas
Informed Consent
Perlu
Konsultasi
Bagian bedah
Lama Perawatan
Tanpa penyulit umumnya pasien pulang hari ke 6
Masa Pemulihan
Optimal 6 minggu
Output

PA
Pemeriksaan jaringan yang diangkat waktu operasi
Otopsi

Referensi
  1. Lab/bag ilmu kebidanan dan penyakit kandungan RSU dr Soetomo Surabaya.Pedoman diagnosis dan terapi Edisi III 2008
  2. Cunningham MD MacDonal PC Gamt NF Hypertensiv disorder in pregnancy. William obstetric 20th Ed 718-723, 1997
  3. Friedman E.A. Gynecology Decision making, The C.V. Mosby Company-Saint Louis­Toronto-London, 1983, p. 166-167.
  4. Russell J.B. The ethiology of ectopic pregnancy. Clin. Obstet & Gynec. 30, No. 1, 191­190: March 1987.
  5. Seppala M., Purthonen M. The Use of HCG and other pregnan4 proteins in the diagnosis of ectopic pregnancy. Clin. Obstet & gynec. 30, No. 1, ‘148-154 : March 1987.
  6. Wectein L.N. Clinical diagnosa of ectopic pregnancy. Clin Obstet & Gynec., 30, No. 1, 236-244, March 1987

Tidak ada komentar:

Posting Komentar