Rabu, 26 November 2014

SOP / PROTAP ABORTUS

  ABORTUS
 

STANDAR PELAYANAN MEDIS
No.Dokumen  ……………. Revisi 0 Halaman  1 dari 2
Tanggal Terbit : 

…………………
Ditetapkan,  Direktur
Definisi : Adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan, dan sebagai batasan digunakan kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat badan anak kurang dari 1000 gram.  Abortus komplit:
Adalah seluruh hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri pada kehamilan kurang dari 20 minggu.
Abortus inkomplit:
Adalah sebagian konsepsi telah keluar dari vakum uteri, sebagian lagi masih tertinggal.
Abortus insipiens:
Adalah abortus yang sedang mengancam dimana serviks telah mendatar dan ostium  uteri telah membuka, akan tetapi hasil konsepsi masih di dalam kavum uteri.
Abortus imminens:
Adalah abortus tingkat permulaan, dimana terjadi pendarahan per vaginam ostium masih tertutup dan hasil konsepsi masih baik dalam kandungan.
Missed Abortion :
Adalah abortus dimana embrio atau fetus telah meninggal dalam kandungan sebelum kehamilan 0 minggu, akan hasil konsep seluruhnya masih tertahan dalam kandungan selama 8 minggu atau lebih.
Abortus habitualis:
Adalah keadaan dimana terjadinya abortus tiga kali berturut-turut atau lebih.
Abortus Infeksiosus:
Abortus yang mengalami infeksi
Kriteria Diagnosa : Ada terlambat haid atau amenorea kurang dari 20 minggu .  Pendarahan per vaginam, mungkin disertai jaringan hasil konsepsi.  Rasa sakit atau keram perut di daerah atas simpisis.
Diagnosa Banding :
  1. Kehaliman ektopik
  2. Hipermenore
  3. Abortus mola hidatidosa
  4. Mioma uteri bertangkai
Pemeriksaan     penunjang : Diperlukan pada abortus imminens, abortus habitualis dan missed abortion  a.       pemeriksaan doppler atau USG untuk menentukan apakah janin masih hidup, menentukan prognosis
b.      Pemeriksaan darah
Standar tenaga : Dokter Umum, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Perawatan RS :
  • Rawat inap
  • Umumnya setelah tindakan kuretage pasien abortus dapat segera pulang ke rumah. Kecuali bila ada komplikasi seperti perdarahan banyak, yang menyebabkan anemia berat atau infeksi.
Terapi
I. Abortus imminens  a.       Istilah baring, tidur baring merupakan unsur penting dalam pengobatan karena cara ini menyebabkan bertambahnya aliran darah ke uterus dan berkurangnya rangsang mekanis.
b.      Penobarbital 3 x 30 mg sehari dapat diberikan untuk menenangkan penderita.
c.       Tokolitik
d.      Preparat progesterone 2-3x 1 tab setiap 8-12 jam
e.       Antiprostaglandin 3x500mg
II. Abortus insipiens :
Bila kehamilan >12 minggu kuret atau drip oksitosin
Methylergometrin maleat  3×1 5 hari
Amoxycicillin 4×500 5 hr
III. Abortus inkompletus
1.      Perbaiki KU
2.      Kosongkan uterus
3.      Methylergometrin maleat  3×1 5 hari
4.      Amoxycicillin 4×500 5 hr
IV. Abortus kompletus
Tidak memerlukan pengobatan khusus, hanya menderita anemis perlu diberikan sulfas ferrosus dan dianjurkan supaya makanannya banyak mengandung protein, vitamin dan mineral.
V. Missed abortion
Mengeluarkan jaringan nekrosis
Pemeriksaan faal hemostasis
  • Kadar fibrinogen normal, jaringan konsepsi dapat segera dikeluarkan.
  • Sebaiknya bila kadar fibrinogen rendah, perbaiki dulu dengan cara memberikan fibrinogen kering atau darah segar.
  • Kehamilan < 12 minggu langsung kuretase
  • Kehamilan > 12 minggu misoprostol 1 tab/ intra vaginal/tiap 6 jam/ 1hari dilanjutkan dengan drip oxytosin dan kuretase
  • Disarankan monitoring fibrinogen serum
Penyulit
Ada 3 penyulit:  a.       Anemia
Biasanya anemia post hemorragia.  Pengobatannya adalah pemberian darah atau komponen darah.
b.      Infeksi
Kasus abortus yang datang dalam keadaan infeksi harus mendapat  payung antibiotik dulu, sebelum dilakukan evakuasi.  Sedangkan tindakan evakuasi sendiri dapat menimbulkan infeksi.  Untuk itu perlu diberikan antibiotika profilaksia.
c.       Perforasi
Merupakan komplikasi tindakan kuretase
Untuk mencegah perforasi :
  • Pemberian uterotonik
  • Kuretase secara sistematis dan lege artis.
Informed Consent
Perlu, sebelum dilakukan kuretase
Konsultasi
Tidak ada
Lama Perawatan
Pasca kuretase pasien tidak perlu dirawat,   kecuali ada komplikasi
Masa Pemulihan
Pasien abortus dapat diberikan cuti sakit paling lama 2 minggu
Output
Sembuh
PA
Jaringan konsepsi dapat dikirim ke lab, Patologi anatomi bila fasilitas memungkinkan
Otopsi
-
Referensi
  1.      Cuningham F.G.MD,   Mac Donald P.C.MD,   Garet N.F.MD, Abortion, William Obstetric 18ed, Applenton & Large Connecticut p.489-509
2.      Jones, G.C. Jones H.W. Infertility recurret dan spontaneous abortion, In: Novak’s Textbook of Gynaecology, tenth edition, p.659-730 William & Wilkins, Baltimore/London 1961
3.      Pritchard Abortion, In:  William Obstetrics (ed by Prichard and Mac Donald 16th ed.537-618, Apleton Century Crofs, New York 1980
Wiknjosastro H. Sumapraja S, Prawirohardjo S. Kelainan dalam lamanya kehamilan In: Ilmu Kebidanan, Edisi II, hal 258-277, Yayasan Bina Pustaka, Jakarta 1981
4. lab/bag ilmu kebidanan dan penyakit kandungan RSUdr Soetomo Surabaya.Pedoman diagnosis dan terapi Edisi III 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar