Rabu, 26 November 2014

SOP / PROTAP HYPEREMESIS GRAVIDARUM

HYPEREMESIS GRAVIDARUM
 

STANDAR PELAYANAN MEDIS
No.Dokumen  ……………. Revisi 0 Halaman  1 dari 2
Tanggal Terbit : 

…………………
Ditetapkan,  Direktur
Definisi : Adalah keadaan dimana penderita muntah-muntah yang berlebihan lebih dari 10 kali dalam 24 jam atau setiap saat, sehingga mengganggu kesehatan penderita
Kriteria Diagnosa :
  • Muntah-muntah yang sering sekali
  • Perasaan tenggorokan kering dan halus
  • Kulit dapat menjadi kering ( tanda dehidrasi)
  • Berat badan turun dengan cepat
  • Pada keadaan yang berat timbul ikterus dan gangguan saraf.
Diagnosa Banding : Hepatitis dalam kehamilan
Pemeriksaan     penunjang :
  • Urine
  • Liver fungsi
Standar tenaga : Dokter Umum, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Perawatan RS : Segera
Terapi
  • Segera penderita dirawat, berikan cairan per infus ( glucose 5 – 10 % dan NaCL fisiologik)
  • Obat anti emetik, intra muskuler atau per infus.  Penderita dipuaskan sampai muntah telah berkurang, diukur jumlah muntah ( cairan yang dimuntahkan) dan cairan yang diberikan dan diuresis dalam 24 jam.  Ukur balans cairan setiap hari.
Penyulit
  • Bila tidak berat tidak ada
  • Bila berat: dehidrasi, gangguan fungsi hepat dan febris.
Informed Consent
Perlu
Konsultasi
  • Penyakit Dalam
  • Penyakit Jiwa
  • Spesialis Saraf
Lama Perawatan
  • Ringan       :  7 hari
  1. Berat          :  Tergantung dengan penyulit yang telah didapat.
Masa Pemulihan
Sampai usia kehamilan tinggal 4 minggu
Output
Baik pada umumnya kecuali yang sudah berat betul
PA
Tidak ada
Otopsi
-
Referensi
  1. lab/bag ilmu kebidanan dan penyakit kandungan RSU dr Soetomo Surabaya.Pedoman diagnosis dan terapi Edisi III 2008
  2. Cunningham MD MacDonal PC Gamt NF Hypertensiv disorder in pregnancy. William obstetric 20th Ed 718-723, 1997
1 Nama Penyakit : ABORTUS
2 Definisi : Adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan, dan sebagai batasan digunakan kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat badan anak kurang dari 500 gram.  Abortus komplit:
Adalah seluruh hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri pada kehamilan kurang dari 20 minggu.
Abortus inkomplit:
Adalah sebagian konsepsi telah keluar dari vakum uteri, sebagian lagi masih tertinggal.
Abortus insipiens:
Adalah abortus yang sedang mengancam dimana serviks telah mendatar dan ostium  uteri telah membuka, akan tetapi hasil konsepsi masih di dalam kavum uteri.
Abortus imminens:
Adalah abortus tingkat permulaan, dimana terjadi pendarahan per vaginam ostium masih tertutup dan hasil konsepsi masih baik dalam kandungan.
Missed Abortion :
Adalah abortus dimana embrio atau fetus telah meninggal dalam kandungan sebelum kehamilan 0 minggu, akan hasil konsep seluruhnya masih tertahan dalam kandungan selama 8 minggu atau lebih.
Abortus habitualis:
Adalah keadaan dimana terjadinya abortus tiga kali berturut-turut atau lebih.
3 Kriteria Diagnosa : Ada terlambat haid atau amenorea kurang dari 20 minggu .  Pendarahan per vaginam, mungkin disertai jaringan hasil konsepsi.  Rasa sakit atau keram perut di daerah atas simpisis.  Diagnosis abortus imminems ditentukan karena pada wanita hamil.
4 Diagnosa Banding :
  • Abortus komplit
  • Abortus inkomplit
  • Abortus insipiens
  • Abortus imminens
  • Abortus missed abortion
  • Kehaliman ektopik terganggu.
5 Pemeriksaan Penunjang : Diperlukan pada abortus imminens, abortus habitualis dan missed abortion  c.       pemeriksaan doppler atau USG untuk menentukan apakah janin masih hidup, menentukan prognosis
d.      Pemeriksaan kadar fibrinogen pada missed abortion.
6 Standar Tenaga : Dokter Umum, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan
7 Perawatan RS :
  • Rawat inap
  • Umumnya setelah tindakan kuretage pasien abortus dapat segera pulang ke rumah. Kecuali bila ada komplikasi seperti perdarahan banyak, yang menyebabkan anemia berat atau infeksi.
8 Terapi : I. Abortus imminens  f.       Istilah baring, tidur baring merupakan unsur penting dalam pengobatan karena cara ini menyebabkan bertambahnya aliran darah ke uterus dan berkurangnya rangsang mekanis.
g.      Penobarbital 3 x 30 mg sehari dapat diberikan untuk menenangkan penderita.
II. Abortus insipiens :
Dengan kehamilan < 12 minggu yang biasanya disertai dengan pendarahan. Penanganan terdiri atas pengosongan uterus dengan segera.  Pengeluaran hasil konsepsi dapat dilaksanakan dengan kuret vakum atau dengan cunam ovum disusulkan dengan kerokan.
III. Abortus inkompletus
Disertai syok karena pendarahan, segera diberikan infus intra vena NaCl fisiologi atau cairan Ringer yang selakas mungkin dan disusul dengan darah.  Setelah syok diatasi, dilakukan kerokan pasca tindakan disuntikkan intramuskuler ergometrin untuk mempertahankan kontraksi otot uterus..
IV. Abortus kompletus
Tidak memerlukan pengobatan khusus, hanya menderita anemis perlu diberikan sulfas ferrosus dan dianjurkan supaya makanannya banyak mengandung protein, vitamin dan mineral.
V. Missed abortion
  • Kadar fibrinogen normal, jaringan konsepsi dapat segera dikeluarkan.
  • Sebaiknya bila kadar fibrinogen rendah, perbaiki dulu dengan cara memberikan fibrinogen kering atau darah segar.
  • Setelah perbaikan lakukan kuretase.
  • Tindakan kuretase pada missed abortion tidak jarang menghadapi kesulitan karena plasenta melekat erat dengan dinding uterus.  Untuk itu perlu ekstra hati-hati.
9 Penyulit : Ada 3 penyulit:  d.      Anemia
Biasanya anemia post hemorragia.  Pengobatannya adalah pemberian darah atau komponen darah.
e.       Infeksi
Kasus abortus yang datang dalam keadaan infeksi harus mendapat  payung antibiotik dulu, sebelum dilakukan evakuasi.  Sedangkan tindakan evakuasi sendiri dapat menimbulkan infeksi.  Untuk itu perlu diberikan antibiotika profilaksia.
f.       Perforasi
Merupakan komplikasi tindakan kuretase
Untuk mencegah perforasi :
  • Pemberian uterotonik
  • Kuretase secara sistematis dan lege artis.
10 Informed Concent : Perlu, sebelum dilakukan kuretase
11 Konsultasi : Tidak ada
12 Lama Perawatan : Pasca kuretase pasien tidak perlu dirawat,   kecuali ada komplikasi
13 Masa pemulihan : Pasien abortus dapat diberikan cuti sakit paling lama 2 minggu
14 Output : baik
15. PA : Jaringan konsepsi dapat dikirim ke lab, Patologi anatomi bila fasilitas memungkinkan
16 Otopsi : -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar